‘Recycle +’ Dewi Dewi: Dewa 19 Versi Centil

October 2nd, 2008 by Admin

Gambar
Recycle + Dewi Dewi (Dok EMI)

Jakarta Siapa yang tak tahu Dewi Dewi. Anak asuh baru Ahmad Dhani itu kini merilis album perdananya. Mengusung lagu-lagu Dewa 19, Dewi Dewi terdengar seperti versi centil Dewa 19.

Centil? Yup. Begitulah jadinya jika lagu-lagu Dewa 19 dibawakan oleh para wanita. Namun Dewi Dewi membawakannya khas dengan karakter vokal trio tersebut. Puri, Shinta dan Carolina membuat lagu-lagu ini
benar-benar terdengar beda.

Selain itu tak sedikit Anda juga bisa menemukan suara desah-desah halus Dewi Dewi. Album yang bertajuk ‘Recycle +’ ini berisikan 12 track. Tiga diantaranya adalah lagu baru, 8 adalah tembang milik Dewa 19 dan satu lagu spesial.

Lagu spesial itu adalah ‘Love of My Life’ yang pernah dipopulerkan oleh Queen. Tak banyak yang berubah dari aslinya. Lagu ini masih mengandalkan suara piano dengan irama mellow.

Trio yang dibentuk dari ajang pencarian bakat televisi ini mengandalkan ‘Dokter Cinta’ sebagai lagu jagoan. Iramanya sekilas terdengar seperti lagu beat up milik-milik Ratu.

Mama… mama…mama… Tolonglah aku yang sedang bingung. Kurasakan virus-virus cinta. Kubutuh dokter cinta

Beberapa lagu Dewa 19 pun disulap dengan beat yang lebih kencang nge-rock dengan banyak suara techno dan rhythm. Coba saja dengar ‘Separuh Nafas’, ‘Elang’, ‘Takkan Ada Cinta yang Lain’ dan ‘Ini gila Ini cinta’.

Khusus lagu ‘Elang’ suara-suara di lagu ini sekilas mengingatkan pada tembang ‘Shut Up’, Black Eyed Peas. Ingin dengan yang lebih slow, putar saja ‘Cukup Siti Nurbaya’ dan ‘Satu Hati. Sedangkan lagu ‘Dansa’ disajikan dengan nuansa dance rock yang kental.

Khusus untuk ‘Kasidah Cinta’, lagu ini dibawakan hanya dengan alunan gitar akustik saja. Secara keseluruhan memang ada nuansa baru di lagu-lagu lawas ini. Namun mungkin kembali ke masalah selera saja. Beberapa lagu terdengar “pantas” disenandungkan dengan gaya khas Dewi Dewi.

[Sumber : Detik Hot]

Download single:
01 Dokter Cinta.mp3
02 Begitu Salah Begitu Benar.mp3
03 Roman Picisan.mp3
04 Cukup Siti Nurbaya.mp3
05 Love Of My Life.mp3
06 Separuh Nafas.mp3
07 Elang.mp3
08 Satu Hati.mp3
09 Takkan Ada Cinta Yang Lain.mp3
10 Dansa.mp3
11 Ini Gila Ini Cinta.mp3
12 Kasidah Cinta.mp3

Album Kompilasi A Mild Live Wanted 2008

October 2nd, 2008 by Admin

Setelah melalui perjalanan waktu yang cukup panjang, akhirnya ajang musik bergengsi A Mild Live Wanted 2008 telah menunjuk Magneto sebagai juara pertama, Butterfly kedua, Blast juara ketiga, dan KananLima sebagai juara favoritnya.

Bagaikan memasuki dunia dengan berjuta wahana, album kompilasi A Mild Live Wanted 2008 menawarkan 10 buah lagu dengan berbagai genre untuk dinikmati setiap pecinta musik Tanah Air. Sulit sekali memilah lagu-lagu yang bisa kita anggap sebagai lagu andalan, semua yang ada disini layak disimak dan entah kenapa begitu melekat ditelinga.

“Hari ini kita sangat bangga dan bahagia dengan diluncurkannya album kompilasi A Mild Live Wanted 2008. Album kompilasi ini merupakan salah satu bentuk nyata akan komitmen A Mild untuk mendukung perkembangan band-band baru di Indonesia,” ungkap Toni Darusman, Brand Manager A Mild daalm rilis yang diterima Global, Minggu (21/9).

Sebagai jawara, tentu saja lagu besutan Magneto, ‘Bukan Dirinya’ menjadi single utama pada album kompilasi ini. Dengan mengambil tema ‘ketidakpuasan seorang pria yang selalu dibanding-bandingkan dengan masa lalu pacarnya’, musik yang dibuat tentu lebih mengarah kepada pop mellow, yang memfokuskan sound dari permainan jari Emir sang keyboardist. “Kita sengaja buat yang mellow, biar lagunya makin ngena,” ungkap Emir yang diamini juga oleh Richard, pemain drum.

Penyesuaian tema dengan musik yang diusung tentu bakal menciptakan selera tersendiri buat yang mendengarkan. Tapi segalanya akan terasa kurang apabila tidak dipersenjatai oleh vokal yang mantap. Bukan pekerjaan mudah untuk Uming, bassis, dan Robby, gitaris, yang menjadi motor terbentuknya Magneto, dalam menemukan vokalis yang sesuai. Dari pertama kemunculannya di tahun 2005, baru kali ini mereka benar-benar “sreg” dengan Andika, karena secara kualitas sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi.

“Secara tema dan komposisi lagu Magneto memang sudah cukup baik dan benar, dan lagu tersebut bertambah kuat, dengan karakter vocal Andhika yang menjadi nyawa dari lagu tersebut,” aku Anasthasia A&R Musica Studio’s.

Pada saat proses rekaman untuk lagu ‘Bukan Dirinya’ itu, Magneto sempat mengalami sedikit permasalahan. Andika sang vokalis merasa kurang fit pada saat take vokal, selain itu juga adanya masalah internal yang mengharuskan Uming dan Robby menutup mulut satu sama lainnya. Demi menjunjung nilai profesionalisme, pengerjaannya tetap dijalankan dengan lancar dan cepat, dengan produser Krisna J Sadrach di Studio Musica. “Untuk lagunya sendiri nggak perlu banyak perubahan yang berarti, soalnya emang dasarnya udah enak, mau diapain lagi?” Krisna menanggapi.

Hasilnya jelas cukup untuk berpuas diri. Pemaksimalan nuansa pop mellow dapat terdengar jelas, dihiasi oleh penempatan sound-sound yang bisa berbaur dengan suara vokal terdengar serak-serak berat. Benar-benar sebuah kerja berkesinambungan antara musisi yang berkualitas dengan producer handal, sehingga dapat menciptakan sebuah single akan mampu menyodok tangga musik di Indonesia.

Merasa belum cukup? Nukalima dengan lagunya ‘Kesalahan Terbesar’, seakan membantu menguatkan nuansa ‘penyiksaan hati’ tersebut. Aroma pop yang kental tidak bisa disalahkan sebagai penguat lagu menjadi klimaks. Masih menganut pada jalur yang sama, Bluemint dengan lagu mereka dengan judul ‘Angkuh’, lebih banyak memasukkan unsur British-pop pada lagunya yang mengalun naik-turun.

Sediakan media kosong untuk dipandang dengan pikiran yang menerawang jauh. Butterfly dengan ‘Tetap Bertahan’-nya, dan Blast dengan ‘9 Malam’ siap memberikan cerita yang tak ada habisnya jika harus diisi di sebuah bidang yang polos. Musik pop yang romantis dari kedua lagu tersebut bisa membuat ketenangan hati dengan sagala ketegarannya. Iringan piano yang berdentingan dengan penempatan sound gitar yang cerdas, sekali lagi menambah ‘harga’ dari kedua lagu tersebut.

Jangan kira semua lagu yang ditawarkan sangat memanfaatkan suara piano sebagai penunjangnya. Upe dengan ‘Coba Bunga yang Lain’, justru meloyalkan permainan gitar di musiknya. Dengan membawakan lagu pop balad dengan ber-beat sedang, Upe menghiasi lagunya dengan kocokan akustik, dijejalkan petikan melodi banjo pada lagunya, dengan ketukan drum yang unik.

Lagu yang satu ini sebenarnya bisa mewakilkan rasa ke-cowok-an dari sebuah lagu, karena menganut paham rock, yang notabene dipegang oleh kalangan cowok. Berbeda dengan Mandeez. Dengan memaksimalkan vokal perempuan dalam lagunya ‘Rahasia Kita’, yang penuh dengan sound berat serta dentuman drum yang nge-rock, malah lebih cocok dengan tema yang ditawarkannya. Lagu ini juga membuktikan bahwa musik seperti itu bukan berarti berkesan marah-marah dan tidak menjual.

Saatnya untuk menyiapkan ruang kosong berukuran luas. Siapkan juga alas yang empuk untuk dijadikan pijakan, karena lagu dari KananLima dengan ‘Buruan Nembak Dia’, dan Nyawa dengan ‘Gelisah’-nya akan membantu yang mendengar untuk melampiaskan segala macam unek-unek yang ada dikepala dengan berdisko ria bersama balutan musik kaya akan irisan synthesizer elektronik. KananLima menawarkan musiknya kearah yang ceria dengan vokal yang rada cempreng. Nyawa lebih mengarahkan lagunya kepada kekuatan vokal dengan cara baru menciptakan suasana emosional yang tidak biasa.

Masih dalam satu haluan, Larocca berhasil menggradasikan berbagai macam jenis musik dalam satu lagu, ‘Bantu Aku Melupakanmu’. Aroma pop tetap terasa, walaupun penekanan musiknya lebih kepada sound gitar. Selain musiknya yang menyudutkan orang untuk lebih ceria menghadapi sebuah masalah, vokal yang unik pada lagu ini bisa menyesuaikan dengan tepat, sesuai porsinya.

Pengumuman, walaupun nama dari para pengisi album kompilasi A Mild Live Wanted 2008 ini belum begitu Anda kenal, tapi jangan pernah salahkan telinga anda kalau setelah mendengarkan keseluruhan album ini Anda akan bernyanyi-nyanyi kecil potongan bait tiap lagu yang didengarkan, terutama dari single pertamanya, ‘Bukan Dirinya’. Itu semua karena lagunya mudah dicerna, menarik, dengan musik yang bersahabat, ditambah dengan penggunaan kalimat yang mendoktrin.

[sumber : Harian Global]

Download Single:
VA_-_A-Mild_Live_Wanted_-_02_-_Butterfly_-_Tetap_Bertahan_.mp3
VA_-_A-Mild_Live_Wanted_-_03_-_Blast_-_9_Malam_.mp3
VA_-_A-Mild_Live_Wanted_-_04_-_Upe_-_Coba_Bunga_Yang_Lain_.mp3
VA_-_A-Mild_Live_Wanted_-_05_-_Larocca_-_Bantu_Aku_Melupakanmu_.mp3
VA_-_A-Mild_Live_Wanted_-_06_-_Nukalima_-_Kesalahan_Terbesar_.mp3
VA_-_A-Mild_Live_Wanted_-_07_-_Bluemint_-_Angkuh_.mp3
VA_-_A-Mild_Live_Wanted_-_08_-_Mandezz_-_Rahasia_Kita_.mp3
VA_-_A-Mild_Live_Wanted_-_09_-_Nyawa_-_Gelisah_.mp3
VA_-_A-Mild_Live_Wanted_-_10_-_Kananlima_-_Buruan_Nembak_Dia_.mp3
VA_-_A-Mild_Live_Wanted_-_01_-_Magneto_-_Bukan_Dirinya_.mp3

Download Album:
VA_-_A-Mild_Live_Wanted_2008.rar

Kompilasi A Mild Live Wanted 2007

October 2nd, 2008 by Admin

DARI BANYAK KOMPILASI jualan, mungkin kompilasi yang dibesut Musica Studio ini bisa jadi pilihan yang sedikit beragam. Mengapa jualan? Karena album kompilasi yang direpih dari helatan A Mild Live Wanted [AMLW] 2007 ini memang mencari band yang dilahirkan untuk bersaing di industri, berskill dan punya materi yang bisa dijual.

Nyaris semua band yang ada di album ini, menyodorkan lagu yang saat ini sedang digandrungi. Kalaulah ada perbedaan, masing-masing punya influence yang menjadikan masing-masig band berbeda satu dengan yang lain.

Mari kita simak. Single pertama diambil dari kantong juara pertama, D’Masiv dari Jakarta berjudul ‘Tak Bisa Hidup Tanpamu’. Band Jakarta ini punya skill musik yang cukup memadai untuk bersaing di kancah musik. Selain itu, Rian –vokalisnya– punya karakter vokal dan konstanisasi vokal yang apik. Single pertamanya ini, memang belum menunjukkan ciri mereka dengan utuh. Tapi karakter vokal yang kuat, membuat lagu ini lumayan nendang.

Track kedua, disisir oleh Beautyful Monday, band dari Medan. Entah mengapa, lagu ‘Bibir Tipis Merah Jambu’ dari band ini kental dengan style new wave yang terkesan kocak, jenaka tapi sebenarnya tidak seperti itu. Gaya Negro –vokalisnya– memang mengingatkan kita pada Jimmy Multazam, vokalis The Upstairs. Kelebihan band ini, musikalitasnya rapi dan punya ikon di vokalis yang berani jumpalitan di atas panggung.

11891580881.jpg
11891580881.jpg

Secara karakter vokal, penulis tertarik dengan 99 Band asal Papua. Meski secara lirik mereka masih terlihat sederhana, tapi vokalisnya punya warna dan timbre vokal yang mengingatkan penulis pada penyanyi-penyanyi asal Indonesia Timur yang punya ciri khas unik. Bahkan jika tidak ngeband pun, Oppy tetap punya karakter kuat. Lagunya ‘Jangan Tinggalkan Aku’ memang tidak punya racun kuat pada sisi musikalitasnya tapi dari 9 band yang ada di album ini, 99 Band termasuk punya ciri yang kuat.

Album ini memang “kewajiban” dari Musica Studios untuk para finalis AMLW 2007. Tapi dibalik itu, mereka [mungkin juga kamu], juga bertaruh, siapa yang bakal jadi pop-star baru kelak? Kalau tidak ada yang sukses, acara itu gagal dong. Menurut kamu, siapa pop-star baru itu? [joko/foto: istimewa; sumber: rileks.com]

Download Single :
99 - Jangan Tinggalkan Aku.mp3
All Finalist - Negeriku.mp3
Beautiful Monday - Bibir Tipis Merah Jambu.mp3
Coin - Tak Semudah Kata.mp3
D’masiv - Il Fil (Manusia Tak Berharga).mp3
D’masiv - Tak Bisa Hidup Tanpamu.mp3
Geisha - Untuk Selamanya.mp3
Mori - Jatuh Cinta.mp3
North - Lelah Langkahku.mp3
Riviera - Hey Kawan.mp3
Second Civil - Aku Pemujamu.mp3

Download Album :
VA_-_A_Mild_Live_Wanted 2007.rar

Selamat Idul Fitri 1429 H

October 1st, 2008 by Admin

Meski lama sudah kita tak saling menyapa, namun

hati tak pernah luput dari prasangka.

Meski belum pernah kita berjumpa, namun rasa tak

pernah begitu sempurna.

Terkadang sebuah perkenalan hanyalah sebuah

lintasan pendek dalam gerak cepat laju kehidupan.

Hanya sesaat, demikian singkat, lalu menghilang

dari pandangan dan dilupakan.

Namun seringkali, sesuatu yang singkat justru

menorehkan garis tegas yang tak kan bisa hilang.

Aku memang bukan seorang manusia mulia, apalagi

sempurna. Hanya seorang hamba yang penuh noda dan

dosa yang mengharapkan ampunan-Nya.

Tapi aku yakin bahwa ampunan-Nya seluas langit dan

samudera.

Tapi aku yakin bahwa kasih sayang-Nya tak pernah

dapat terukur oleh masa.

Terkadang sebuah perkenalan hanyalah sebuah

lintasan pendek dalam gerak cepat laju kehidupan.

Hanya sesaat, demikian singkat, lalu menghilang

dari pandangan dan dilupakan.

Namun seringkali, sesuatu yang singkat justru

menorehkan garis tegas yang tak kan bisa hilang.

TAQOBALLAAHU MINNA WA MINKUM

KULLU AAMIN WA ANTUM BI KHOYR

MOHON MAAF LAHIR & BATHIN